Berita Hoaks Wabah Virus Covid

Kini di Indonesia, sebanyak 30% sampai hampir 60% orang Indonesia terpapar berita hoaks saat mengakses dan berkomunikasi melalui dunia maya. Sementara hanya 21% sampai 36% saja yang mampu mengenali berita hoaks. Kebanyakan hoaks yang ditemukan terkait isu politik, kesehatan, agama, bahkan baru-baru ini tersebarnya berita tentang wabah virus Covid-19.

Selama pandemi Covid-19 pun sedang berkembang dengan pesat, sehingga banyak sekali beredar isu tidak benar dan berita hoaks yang ada di media sosial ataupun platform lainnya terkait kesehatan. Beredarnya berita hoaks seperti ini yang membuat masyarakat luas langsung salah kaprah dalam menyikapi adanya pandemi Covid-19. Masyarakat perlu mengetahui fakta yang benar seputar Covid-19, jangan langsung kemakan mentah-mentah berita tersebut begitu saja, tanpa disaringnya terlebih dahulu.

Salah satu berita hoaks yang sangat mengemparkan Indonesia selama pandemi Covid-19 ini yaitu virus Covid-19 tersebar akibat kebocoran laboratorium di Wuhan. Namun faktanya, menurut dr. Ika, virus SARS-CoV penyebab dari Covid-19 merupakan virus yang menginfeksi hewan liar yaitu kelelawar. Virus corona menginfeksi antarhewan.

"Tetapi karena hewan liar dikonsumsi oleh manusia menyebabkan virus berada dalam tubuh manusia dan mengadakan mutasi," kata Dr. Ika dalam webinar yang diadakan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bertema Mitos Vs Fakta Seputar Covid-19, Rabu (24/3/2021).


Selain itu, adapun berita hoaks lainnya yaitu, ketika kita mengkonsumsi bawang putih, karena bawang putih dapat mencegah penularan Covid-19, Dr. Ika mengungkapkan, jika informasi ini tidak benar alias berita hoaks. Mengkonsumsi bawang putih bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Tapi tidak langsung berfungsi membunuh virus.

Selama pandemi Covid-19 ini, sudah banyak sekali masyarakat yang tertipu akibat berita hoaks ini. Tidak sedikit pun masyarakat yang menerima dan menolak berita-berita yang beredar diluaran sana terkait pandemi virus corona ini.

Jika kita ngomongin soal Covid-19, pasti tidak asing dengan kata vaksinasi, ya vaksin ini sudah dilakukan di Indonesia agar masyarakat Indonesia memiliki imun yang cukup dalam melindungi tubuhnya dari bahaya virus Corona. Dan pastinya, di Indonesia sudah tidak heran dengan banyaknya berita simpang siur tentang vaksin Covid-19 ini.

Sejumlah orang mengatakan bahwa, mereka menolak divaksin. Mengapa mereka menolak divaksin? Karena mereka diberi tahu kalau vaksin Covid-19 menyebabkan penerimanya wafat atau meninggal dalam tiga tahun sejak vaksin diberikan.

Sebagian orang yang memercayai informasi itu kini telah berpulang dan anggota keluarga yang ditinggalkan pun mulai tersadar bahwa hoaks telah merenggut orang-orang tercinta. Pernyataan ini disampaikan oleh Harry Sufehmi, pendiri MAFINDO, LSM yang melawan hoaks dan misinformasi di Indonesia, kepada Devex.

Nama : Putri Reno Intan

NIM : 2264190045

Komentar