Kasus Cyber Crime

Nama : Putri Reno Intan

NIM : 2264190045

 


Cyber Crime sudah tidak asing lagi di dengar pada zaman  media Internet  yang lagi tren saat ini, Internet merevolusi cara kita melakukan bisnis: jumlah data yang kami transfer melalui Internet dan ketergantungan kami pada ketersediaannya terus meningkat. Sangat jelas bahwa menghubungkan ke dunia tidak hanya membawa peluang besar, tetapi juga menghasilkan risiko baru. Kejahatan dunia maya adalah bisnis besar dan bahkan kejahatan terkecil serangan serius dapat merusak reputasi, produktivitas, sistem TIK, dll.

Sejak beberapa waktu terakhir, makin marak dugaan kebocoran data di Indonesia. Di tahun 2020, kabar buruk mengguncang Tokopedia. Seorang peretas bernama ShinyHunters membocorkan 91 juta data pengguna dan lebih dari 7 juta data pedagang e-niaga. Metode yang digunakan ShinyHunters masih belum jelas. Menurut pakar keamanan siber Ruby Alamsyah, ShinyHunters memanfaatkan celah sistem cloud di Tokopedia.

Tindakan ShinyHunters mengungkap informasi pribadi pengguna Tokopedia (email, nama, alamat, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor telepon, kata sandi terenkripsi). Bahkan, informasi tersebut dijual ke dunia maya dengan harga kurang lebih Rp70 juta.


Kasus cybercrime lain yang menggemparkan yaitu terjadi pada tahun ini, pada 20 Maret 2022, Microsoft menjadi sasaran grup peretasan bernama Lapsus$. Grup ini memposting tangkapan layar di Telegram yang menunjukkan bahwa mereka telah meretas Microsoft, dan dalam prosesnya, mengkompromikan Cortana, Bing, dan beberapa produk lainnya. Peretas mengambil beberapa materi dari Microsoft, tetapi pada tanggal 22 Maret Microsoft mengumumkan telah menghentikan upaya peretasan dengan cepat dan hanya satu akun yang disusupi. Microsoft juga mengatakan bahwa tidak ada data pelanggan yang dicuri. Dalam hal ini, Microsoft mendapat manfaat dari publisitas yang diterimanya atas respons keamanannya yang efektif. Grup Lapsus$ sebelumnya menargetkan Nvidia, Samsung, dan banyak perusahaan lain, jadi tim keamanan Microsoft sudah siap.

Salah satu kejahatan Cyber Crime yang menimpa kerabat saya pada bulan September lalu adalah peretasan akun Instagram. Berawal dari sebuah link yang dikirim oleh akun asing di direct message, dan ketika kerabat saya membuka link tersebut, tanpa ia sadari akun Instagramnya tersebut sudah diretas oleh hacker. Kerabat saya mulai menyadari itu ketika sang hacker mengunggah sebuah foto di feeds akun Instagram milik kerabat saya.

Sudah sangat jelas kehadiran internet tidak hanya memberi kemudahan akses informasi, tetapi turut memunculkan berbagai aksi kejahatan. Maka dari itu, kita sebagai pengguna internet harus sangat berwaspada dalam menggunakan media internet.

Komentar